Services

0

Kurikulum pendidikan Islam, selain harus berlandaskan pada dasar-dasar yang telah dikemukakan, juga harus menganut prinsip-prinsip yang akan mewarnai sebuah kurikulum. Untuk mencapai tujuan pendidikan Islam yang diharapkan, maka sudah barang tentu kurikulum yang diformulasikan pun harus mengacu pada dasar pemikiran yang Islami, pandangan hidup tentang manusia dan diarahkan pada tujuan pendidikan yang dilandasi oleh kaidah-kaidah Islami. Di samping itu, penyusun kurikulum harus mampu meramalkan dinamika masyarakat ke depan. Dengan prinsip ini, kurikulum pendidikan akan dapat menjadikan institusi pendidikan sebagai “Lokomotif dan memproduksi” budaya. Bila muatan kurikulum hanya mengacu pada budaya dan persoalan kemanusiaan yang lalu dan sedang terjadi, maka institusi pendidikan hanya akan menjadi “Pengekor dan Konsumen” budaya.

Prinsip-prinsip yang harus menjadi acuan kurikulum pendidikan Islam, menurut al-Syaibaniy meliputi:
  1. Berorientasi pada Islam, termasuk ajaran dan nilai-nilainya. Untuk itu, kurikulum yang dirumuskan, baik yang berkaitan falsafah, tujuan, kandungan, metode mengajar, maupun cara perlakuan dan hubungan-hubungan yang berlaku dalam lembaga-lembaga pendidikan harus berdasarkan agama dan akhlak Islam.
  2. Prinsip menyeluruh (universal), yaitu muatan kurikulum hendaknya berlaku secara menyeluruh, tanpa terbatasi sekat wilayah.
  3. Prinsip keseimbangan, yaitu muatan kurikulum hendaknya memuat ilmu dan aktivitas belajar secara berkesinambungan pada jenjang pendidikan yang ditawarkan. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi pengulangan yang akan membuat peserta didik jenuh dan kesimpangsiuran makna kebanaran yang membuat peserta didik bingung.
  4. Prinsip-prinsip interaksi antara kebutuhan peserta didik, pendidik dan masyarakat.
  5. Prinsip pemeliharaan perbedaan-perbedaan individual antar peserta didik, baik perbedaan dari segi bakat, minat, kemampuan, kebutuhan dan sebagainya.
  6. Prinsip perkembangan dan perubahan sesuai dengan tuntutan yang ada dengan tidak mengabaikan nilai-nilai absolut.
  7. Prinsip pertautan (integritas) antar mata pelajaran, pengalaman-pengalaman dan aktivitas yang terkandung dalam kurikulum dengan kebutuhan peserta didik dan kebutuhan masyarakat.

Untuk melengkapi prinsip-prinsip di atas, ada baiknya kita lihat prinsip-prinsip kurikulum yang ditawarkan oleh Zakiah Drajat, yaitu sebagai berikut:
  1. Prinsip relevansi dalam arti kesesuaian pendidikan dalam lingkungan hidup peserta didik, relevansi dengan kehidupan masa sekarang dan akan datang, relevansi dengan tuntunan pekerjaan.
  2. Prinsip efektifitas, baik efektifitas mengajar peserta didik ataupun efektifitas belajar peserta didik.
  3. Prinsip efisiensi, baik dari segi waktu, tenaga dan biaya.
  4. Prinsip fleksibilitas. Artinya ada semacam ruang gerak yang memberikan sedikit kebebasan dalam bertindak, baik yang berorientasi pada fleksibilitas pemilihan program pendidikan maupun dalam mengembangkan program pengajaran.

Posting Komentar

Dear readers, after reading the Content please ask for advice and to provide constructive feedback Please Write Relevant Comment with Polite Language.Your comments inspired me to continue blogging. Your opinion much more valuable to me. Thank you.