Dimensi-Dimensi Peserta Didik yang Akan Dikembangkan
4. Dimensi Akhlak
Salah satu dimensi manusia yang sangat diutamakan dalam pendidikan Islam adalah akhlak. Pendidikan agama berkaitan erat dengan pendidikan akhlak. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa pendidikan akhlak dalam pengertian Islam adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pendidikan agama. Sebab yang baik adalah yang dianggap baik oleh agama dan yang buruk adalah apa yang dianggap buruk oleh agama. Artinya, nilai akhlak dan keutamaannya dalam masyarakat merupakan aturan yang diajarkan oleh agama. Dengan konsepsi ini, seorang muslim dikatakan sempurna dalam agamanya bila memiliki akhlak yang mulia, demikian pula sebaliknya.
Tujuan pendidikan akhlak dalam Islam adalah untuk membentuk manusia yang bermoral baik, memiliki kemampuan yang keras, sopan dalam berbicara dan perbuatan, mulia dalam tingkah laku perangai, bersifat bijaksanan, beradab, ikhlas, jujur dan suci. Dengan kata lain, pendidikan akhlak bertujuan untuk melahirkan manusia yang memiliki keutamaan. Berdasarkan tujuan ini, maka setiap saat, keadaan, pelajaran, aktivitas, merupakan sarana pendidikan akhlak. Untuk itu, setiap pendidik harus memelihara akhlak dan memperhatikan akhlak di atas segala-galanya.
5. Dimensi Ruhani
Dimensi kejiwaan merupakan suatu dimensi yang sangat penting dan memiliki pengaruh dalam mengendalikan keadaan manusia agar dapat hidup sehat, tentram dan bahagia. Penciptaan manusia mengalami kesempurnaan setelah Allah meniupkan ruh-Nya atas ciptaan-Nya. Firman Allah SWT:
“Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiaannya dan telah meniupkan kedalamnya ruh-Ku, maka tunduk sujudlah kalian kepadanya.” (QS. al-Hijr: 29)
“Demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan pada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syam: 7-10)
Berdasar ayat di atas dapat dilihat bahwa ruh manusia bisa berkembang ke taraf yang lebih tinggi apabila manusia berusaha ke arah itu. Dengan memperbanyak ibadah, maka ruhani manusia akan mencapai kebahagiaan dan ketentraman yang tiada tara.
Setiap manusia dalam hidupnya menginginkan kebahagiaan. Pada hakikatnya setiap usaha yang dilakukan manusia dalam rangka mewujudkan kebahagiaan tersebut. Berbagai usaha telah dilakukan menusia untuk mencari kebahagiaan. Dengan akal, ilmu pengetahuan, teknologi dan berbagai fasilitas telah berhasil diciptakan manusia untuk menunjang kehidupannya. Namun sayangnya, kebahagiaan tetap tidak diperoleh. Malahan berbagai fasilitas tersebut dapat menimbulkan problema dan kesulitan. Secara fisik materi kebutuhan manusia dapat terpenuhi, namun secara mental spiritual mengalami pendangkalan. Padahal dimensi mental spiritual merupakan media utama yang mempu menjamin kebahagiaan manusia. Islam dengan enam pokok keimanan (arkanul iman) dan lima pokok ajarannya (arkanul Islam) memupuk dan mengembangkan fungsi-fungsi kejiwaan, memelihara keseimbangannya dan mampu menjamin ketentraman batin. Oleh karena itu, dalam rangka terlaksana usaha untuk mewujudkan kebahagiaan tersebut adalah dengan pendidikan agama. Pendidikan agama tidak hanya upaya untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan agama, tapi sekaligus upaya untuk menanamkan rasa keagamaan dan membentuk sikap keagamaan sehingga menjadi bagian dari kepribadian mereka.
6. Dimensi Sosial
Seorang manusia adalah makhluk individual dan secara bersamaan adalah makhluk sosial. Keserasian antar individu dan masyarakat tidak mempunyai kontradiksi antara tujuan sosial dan tujuan individu. Dalam Islam, tanggungjawab tidak terbatas pada perorangan, tapi juga sosial sekaligus. Tanggungjawab perorangan pada pribadi merupakan asas, tapi pada saat bersamaan tidak mengabaikan tanggungjawab sosial yang merupakan dasar pembentuk masyarakat.
Pendidikan sosial ini melibatkan bimbingan masyarakat terhadap tingkah laku sosial, ekonomi dan politik dalam rangka aqidah Islam. Ajaran dan hukum agama yang dapat meningkatkan iman, takqwa dan takut kepada Allah dan mengerjakan ajaran agamanya. Aktivitas pendidikan yang demikian akan mendorong seorang anak untuk memiliki aktivitas produksi, menghargai waktu, jujur, ikhlas dalam perbuatan, adil, kasih sayang, ihsan, itsar, tolong menolong, setia kawan, menjaga kemaslahatan umum, cinta tanah air dan lainnya.
Masyarakat yang baik menurut Islam adalah masyarakat yang ikut merasakan kesulitan-kesulitan orang lain, serta tumbuhnya rasa cinta terhadap sesamanya. Orang kaya harus menolong orang yang miskin dan orang yang kuat harus menolong orang yang lemah.
Sabda Rasulullah SAW, “Peumpamaan orang-orang beriman yang saling cinta, tolong menolong dan kasih sayang diantara mereka bagaikan suatu tubuh. Bila salah satu bagian tubuhnya sakit maka seluruh tubuh akan merasakannya pula dengan menderita demam dan tidak bisa tidur.”
Demikianlah sistem pendidikan Islam berupaya membentuk peserta didik yang beriman, memiliki pribadi utama dan seimbang dalam keseluruhan dimensi kehidupan peserta didik. Selaras dan seimbang, karena segenap dimensi dan potensi yang ada padanya bekerja dan berfungsi sesuai dengan batas kemampuan masing-masing.

Posting Komentar
0 komentar
Dear readers, after reading the Content please ask for advice and to provide constructive feedback Please Write Relevant Comment with Polite Language.Your comments inspired me to continue blogging. Your opinion much more valuable to me. Thank you.