Dimensi-Dimensi Peserta Didik yang Akan Dikembangkan
1. Dimensi Fisik (Jasmani)
Fisik atau jasmani terdiri atas organisme fisik. Organisme fisik manusia lebih sempurna dibandingkan dengan organisme-organisme makhluk-makhluk lainnya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT: “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tiin: 4)
Dalam pelaksanaan pendidikan jasmani, di dalam al-Qur’an dan hadits ditemukan prinsip-prinsip tentang pendidikan jasmani, di antaranya firman Allah SWT dalam al-Qur’an surat al-Muddatssir: 4-5; al-Anfal: 60; al-A’raf:31; al-Baqarah: 233. Juga sabda Rasulullah SAW, “Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah, daripada mukmin yang lemah.”
Mendidik jasmani dalam Islam, memiliki dua tujuan sekaligus, yaitu membina tubuh sehingga mencapai pertumbuhan yang sempurna dan mengembangkan energi potensial yang dimiliki manusia berlandaskan hukum fisik, sesuai dengan perkembangan fisik manusia.
2. Dimensi Akal
Fungsi akal manusia terbagi menjadi enam, yaitu:
Fisik atau jasmani terdiri atas organisme fisik. Organisme fisik manusia lebih sempurna dibandingkan dengan organisme-organisme makhluk-makhluk lainnya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT: “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tiin: 4)
Dalam pelaksanaan pendidikan jasmani, di dalam al-Qur’an dan hadits ditemukan prinsip-prinsip tentang pendidikan jasmani, di antaranya firman Allah SWT dalam al-Qur’an surat al-Muddatssir: 4-5; al-Anfal: 60; al-A’raf:31; al-Baqarah: 233. Juga sabda Rasulullah SAW, “Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah, daripada mukmin yang lemah.”
Mendidik jasmani dalam Islam, memiliki dua tujuan sekaligus, yaitu membina tubuh sehingga mencapai pertumbuhan yang sempurna dan mengembangkan energi potensial yang dimiliki manusia berlandaskan hukum fisik, sesuai dengan perkembangan fisik manusia.
2. Dimensi Akal
Fungsi akal manusia terbagi menjadi enam, yaitu:
- Akal adalah penahan nafsu. Dengan akal, manusia dapat mengerti apa yang tidak dikehendaki oleh amanat yang dibebankan kepadanya sebagai sebuah kewajiban,
- Akal adalah pengertian dan pemikiran yang berubah-ubah dalam menghadapi sesuatu yang nampak jelas maupun yang tidak jelas,
- Akal adalah petunjuk yang dapat membedakan hidayah dan kesesatan,
- Akal adalah kesadaran batin dan pengaturan tingkah laku,
- Akal adalah pandangan batin yang berdaya tembus melebihi pengelihatan mata,
- Akal adalah daya ingat mengambil dari yang telah lampau untuk masa yang sedang dihadapi.
Dalam dunia pendidikan, fungsi intelektual atau kemampuan akal peserta didik dikenal dengan istilah kognitif. Istilah kognitif berasal dari kata cognition yang padannya knowing yang berarti mengetahui. Dalam arti yang luas, kognisi adalah perolehan, penataan dan penggunaan pengetahuan. Kognitif sebagai salah satu peranan psikologis yang berpusat di otak meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, perngolahan informasi, pemecahan masalah, kesenjangan dan keyakinan.
Dalam al-Qur’an, sedikitnya ada 300 kali Allah memperingatkan manusia untuk menggunakan akalnya, terutama dalam memperhatikan alam semesta. Diantaranya seperti firman Allah SWT berikut:
“Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan untukmu terdapat dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) pada kaum yang mempergunakan akal.” (QS. an-Nahl: 12)
Melalui ayat ini, Allah SWT mengajak manusia untuk mengembangkan dan mempergunakan akal semaksimal mungkin untuk mengenal dan memanfaatkan alam semesta untuk kepentingan hidupnya. Dengan dasar ini, jelas bahwa materi dalam pendidikan akal adalah seluruh alam ciptaan Allah meneliti sekalian makhluk-Nya dengan penuh kesempurnaan, memberi indikasi bahwa tujuan akal yang sebenarnya adalah untuk meyakini, mengajui dan mempercayai eksistensi Allah. Tujuan ini merupakan ciri khas pendidikan Islam, yaitu internalisasi (penanaman) dan transformasi (pemebentukan) nilai-nilai ilahi ke dalam peserta didik.
3. Dimensi Keberagamaan
Manusia adalah makhluk yang berketuhanan, berdasarkan hasil riset dan observasi, hampir seluruh ahli ilmu jiwa sependapat bahwa pada diri manusia terdapat semacam keinginan dan kebutuhan yang bersifat universal. Kebutuhan ini melebihi kebutuhan-kebutuhan lainnya, bahkan mengatasi kebutuhan akan kekuasaan. Keinginan akan kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan kodrati, berupa keinginan untuk mencintai dan dicintai Tuhan.
Dalam pandangan Islam, sejak lahir manusia telah mempunyai jiwa agama, yaitu jiwa yang mengakui adanya zat yang Maha Pencipta yaitu Allah SWT. Sejak di alam ruh, manusia telah mempunyai komitmen bahwa Allah adalah Rabbnya. Berdasarkan firman Allah SWT,
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil persaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), ‘Bukankah aku ini Rabb kalian?’. Mereka menjawab, ‘Betul, kami menjadi saksi.’ (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kalian tidak mengatakan. ‘sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (ke-Esa-an Allah).’” (QS. al-A’raf: 172)
Islam memandang ada suatu kesamaan di antara sekian perbedaan manusia. Kesamaan itu tidak pernah akan berubah karena pengaruh ruang dan waktu, yaitu potensi dasar beriman kepada Allah. Untuk itu manusia pada prinsipnya selalu ingin kembali kepada sifat dasarnya meskipun dalam keadaan yang berbeda-beda. Pandangan Islam terhadap fitrah ini membedakan kerangka nilai dasar pendidikan Islam dengan pendidikan umum.
Manusia adalah hasil dari proses pendidikan yang mempunyai tujuan tertentu. Tujuan pendidikan akan mudah tercapai jika konsep yang dibangun mempunyai kesamaan dengan sifat-sifat dasar dan kecenderungan manusia pada objek-objek tertentu.

Posting Komentar
0 komentar
Dear readers, after reading the Content please ask for advice and to provide constructive feedback Please Write Relevant Comment with Polite Language.Your comments inspired me to continue blogging. Your opinion much more valuable to me. Thank you.