Pengertian Pendidik
Kata pendidik berasal dari kata dasar didik, artinya memelihara, merawat dan memberi latihan agar seseorang memiliki ilmu pengetahuan seperti yang diharapkan. Selanjutnya dengan menambahkan awalan –pe hingga menjadi pendidik yang artinya orang yang mendidik.
Secara terminologi, pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap berlangsungnya proses pertumbuhan dan perkembangan potensi anak didik, baik potensi kognitif maupun potensi psikomotoriknya.
Dalam pengertian yang lebih luas, pendidik dalam perspektif pendidikan Islam adalah orang yang bertanggung jawab terhadap upaya pertumbuhan jasmani dan perkembangan rohani peserta didik agar ia mampu menunaikan tugas-tugas kemanusiaannya (baik sebagai khalifah fil ardh maupun ‘abd) sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Oleh karena itu, pendidik dalam konteks ini bukan hanya terbatas pada orang-orang yang bertugas di sekolah tetapi semua orang yang terlibat dalam proses pendidikan anak muali sejak dalam kandungan hingga ia dewasa, bahkan sampai meninggal dunia.
Dalam konteks pendidikan Islam, pendidik disebut murabbi, mu’alim, muaddib, mudarris, muzzaki dan ustadz.
1. Murabbi
Istilah murabbi berasal dari tiga kata, yaitu rabba yarbu yang artinya bertambah dan tumbuh, rabiya yarba, yang artinya tumbuh dan rabba yarubbu, yang artinya memperbaiki, menguasai, memimpin, menjaga dan memelihara. Dalam bentuk kata benda, kata rabba digunakan untuk Tuhan, hal tersebut karena Tuhan juga bersifat mendidik, mengasuh, memelihara dan menciptakan. Allah SWT berfirman:
“Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam” (QS. al-Fatihah: 2)
Oleh karena itu, istilah murabbi sebagai pendidik mengandung makna yang luas, yaitu mendidik peserta didik agar kemampuannya terus meningkat; memberikan bantuan terhadap peserta didik untuk mengembangkan potensinya; meningkatkan kemampuan peserta didik dari keadaan yang kurang dewasa menjadi dewasa dalam pola pikir, wawasan dan sebagainya; menghimpun semua komponen-komponen pendidikan yang dapat mensukseskan pendidikan; memobilisasi pertumbuhan dan perkembangan anak; memperbaiki sikap dan tingkah laku anak dari yang tidak baik menjadi lebih baik; rasa kasih sayang mengasuh peserta didik, sebagaimana orang tua mengasuh anak kandungnya; pendidik memiliki wewenang, kehormatan, kekuasaan, terhadap pengembangan keperibadian anak; pendidik merupakan orang tua kedua setelah orang tuanya di rumah yang berhak atas perkembangan dan pertumbuhan si anak.
Secara ringkas term murabbi sebagai pendidik mengandung empat tugas utama, yaitu memelihara dan menjaga fitrah anak didik menjelang dewasa, mengembangkan seluruh potensi menuju kesempurnaan, mengarahkan seluruh fitrah menuju kesempurnaan dan melaksanakan pendidikan secara bertahap.
2. Mu’allim
Mua’allim berasal dari al-fi’I al-madhi ‘allama, mudhari’nya mu’allimu dan mashdarnya al-ta’lim. Artinya telah mengajar, sedang mengajar dan pengajaran. Kata mu’allim memiliki arti pengajar atau orang yang mengajar. Mu’allim dapat juga diartikan sebagai orang yang mampu untuk merekonstruksi bangunan ilmu secara sistematis dalam pemikiran peserta didik dalam bentuk ide, wawasan, kecakapan dan sebagainya yang ada kaitannya dengan hakikat sesuatu. Mu’allim adalah orang yang memiliki kemampuan unggul dibandingkan dengan peserta didik yang dengannya ia dipercaya menghantarkan peserta didik ke arah kesempurnaan.
3. Muaddib
Secara bahasa muaddib berarti memberi adab dan mendidik. Adab dalam kehidupan sehari-hari sering diartikan tata krama, sopan santun, akhlak dan budi pekerti. Anak yang beradab biasanya dipahami sebagai anak yang sopan yang mempunyai tingkah laku yang terpuji.
Dalam kitab-kitab hadis atau kitab lainnya tentang agama Islam, pengertian adab adalah etiket atau tata cara yang baik dalam melakukan suatu pekerjaan, baik ibadah maupun muamalah. Karena itu ulama menggariskan adab-adab tertentu untuk melakukan suatu pekerjaan atau kegiatan sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan Hadis.
Secara istilah, mu’addib adalah seorang pendidik yang bertugas untuk menciptakan suasana belajar yang dapat menggerakkan peserta didik untuk berperilaku atau beradab sesuai dengan norma-norma, tata susila dan sopan santun yang berlaku dalam masyarakat.
4. Muddaris
Secara bahasa, muddaris berasal dari bahasa arab al-madhi darrasa yang artinya mengajar, sementara muddaris artinya guru, pengajar. Adapun secara istilah adalah orang yang memiliki kepekaan intelektual dan informasi serta memperbaharui pengetahuan dan keahliannya secara berkelanjutan dan berusaha mencerdaskan peserta didiknya, memberantas kebodohan mereka, serta melatih keterampilan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya.
Berdasarkan pengertian tersebut, terlihat bahwa muddaris adalah orang yang mengajarkan suatu ilmu kepada orang lain dengan metode-metode tertentu dalam upaya membangkitkan usaha peserta didik agar sadar dalam upaya meningkatkan potensinya. Dalam bahasa yang lebih ringkas, muddaris adalah orang yang dipercayakan sebagai guru dalam upaya membelajarkan peserta didik.
5. Musryid
Mursyid adalah istilah lain yang dipergunakan untuk panggilan pendidik dalam pendidikan Islam. Secara bahasa artinya adalah mengajar. Sementara mursyid memiliki persamaan makna dengan kata al-dalil dan mu’allim, yang artinya penunjuk, pemimpin, pengajar dan instruktur. Dapat juga diartikan, balaghah rasydahu (telah sampai pada kedewasaan).
Secara istilah, maka mursyid adalah sebutan untuk pendidik atau guru dalam pendidikan Islam yang bertugas untuk membimbing peserta didik agar dia mampu menggunakan akal pikirannya secara tepat, sehingga ia mencapai keinsyafan dan kesadaran tentang hakikat sesuatu atau mencapai kedewasaan dalam berfikir. Mursyid berkedudukan sebagai pemimpin, penunjuk jalan, pengarah bagi peserta didiknya agar ia memperoleh jalan yang lurus.
6. Muzakki
Sebagaimana istilah yang dipakai untuk pendidik sebelumnya, maka muzakki juga merupakan kalimat yang berasal dari bahasa Arab, yaitu zakka yang artinya berkembang, tumbuh dan bertambah. Pengertian lain dari zakka adalah mensucikan, membersihkan, memperbaiki dan menguatkan. Dalam bentuk kata lain terdapat juga tazakka yang artinya tashaddaq, yaitu memberi sedekah, berzakat, menjadi baik atau bersih.
Secara istilah muzakki berarti orang yang membersihkan, mensucikan sesuatu agar ia menjadi bersih dan suci terhindar dari kotoran. Apabila dikaitkan dengan pendidikan Islam, maka muzakki adalah pendidik yang bertanggung jawab untuk memlihara, membimbing dan mengembangkan fitrah peserta didik, agar ia selalu berada dalam kondisi suci dalam keadaan taat kepada Allah terhindar dari perbuatan yang tercela.

Posting Komentar
0 komentar
Dear readers, after reading the Content please ask for advice and to provide constructive feedback Please Write Relevant Comment with Polite Language.Your comments inspired me to continue blogging. Your opinion much more valuable to me. Thank you.