Services

0

Peserta didik merupakan “raw material” (bahan mentah) dalam proses transformasi dalam pendidikan. Dalam membicarakan peserta didik, ada tiga hal yang penting yang harus diperhatikan oleh pendidik, yaitu (1) potensi peserta didik, (2) kebutuhan peserta didik dan (3) sifat-sifat peserta didik.

1.    Potensi Peserta Didik

Manusia diciptakan Allah bukan tanpa latar belakan dan tujuan. Hal ini tergambar dalam dialog Allah dengan Malaikat di awal penciptaannya. Tujuan penciptaan Adam sebagai nenek moyang manusia adalah sebagai khalifah. Dalam kedudukan ini, manusia tidak mungkin mampu melaksanakan tugas kekhalifahannya, tanpa dibelakangi dengan potensi yang memungkinkan dirinya mengemban tugas tersebut.

Dalam perspektif Islam, potensi atau fitrah dapat dipahami sebagai kemampuan atau hidayah yang bersifat umum dan khusus, yaitu:

a)    Hidayah Wujdaniyah, yaitu potensi manusia yang berwujud insting atau naluri yang melekat dan langsung berfungsi pada saat manusia dilahirkan ke muka bumi.
b)    Hidayah Hisysyiyah, yaitu potensi Allah yang diberikan kepada manusia dalam bentuk kemampuan indrawi sebagai penyempurnaan hidayah wujudiyah.
c)    Hidayah Aqliyah, yaitu potensi akal sebagai penyempurna dari kedua hidayah di atas. Dengan potensi akal ini manusia mampun berpikir dan berkreasi menemukan ilmu pengetahuan sebgai bagian dari fasilitas yang diberikan kepadanya untuk fungsi kekhalifahan tersebut.
d)    Hidayah Diniyah, yaitu petunjuk agama yang diberikan kepada manusia yang berupa keterangan tentang hal-hal yang menyangkut keyakinan dan aturan perbuatan yang tertulis dalam al-Qur’an dan Sunnah.
e)    Hidayah Taufiqiyah, yaitu hidayah yang sifatnya khusus. Sekalipun agama telah diturunkan untuk keselamatan manusia, tetapi banyak manusia tidak menggunakan akal dalam kendali agama. Untuk itu, agama menuntut agar manusia senantiasa berupaya memperoleh dan diberi petunjuk yang lurus berupa hidayah dan taufiq guna selalu berada di dalam keridhoan Allah.

Di samping potensi yang bersifat positif di atas, manusia juga dilengkapi dengan potensi yang bersifat negatif yang merupakan kelemahan manusia, yaitu:

a)    Potensi untuk terjerumus dalam godaan hawa nafsu dan setan.
b)    Banyak masalah yang tak dapat dijangkau oleh pikiran manusia, khususnya menyangkut diri sendiri, masa depan dan banyak hal lain yang menyangkut kehidupan manusia.

Karena ada potensi yang bersifat positif dan negatif serta keterbatasan manusia, maka Allah menganugerahkan kepada manusia berbagai potensi pada manusia agar ia mempu mengetahui hakikat dan petunjuk-petunjuk Allah SWT. Allah SWT berfirman:

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” (QS. ar-Rum: 30) 

Pengertian fitrah yang ditunjukkan ayat di atas memberi pengertian bahwa manusia ciptaan Allah dengan naluri beragama tauhid, yaitu Islam.

Posting Komentar

Dear readers, after reading the Content please ask for advice and to provide constructive feedback Please Write Relevant Comment with Polite Language.Your comments inspired me to continue blogging. Your opinion much more valuable to me. Thank you.