Services

0

Sahabat yang budiman, kita bangga menjadi umat muslim bukan?Ummat yang Allah subhanahu wa Ta’ala berikan limpahan kemulian dan diturunkan pula petunjuk untuk menggapai bahagia di dunia dan akhirat kelak, Al-Qur’an dan Hadits. Adalah suatu kenikmatan besar tatkala kita bisa membaca Al-Qur’an. Berkaitan dengan membaca Al-Qur’an, yuk kita pelajari adab-adab yang berkaitan dengan membacanya. Berikut adab-adabnya:

Pertama, hendaknya sahabat dalam keadaan berwudhu’.

Kedua, bersiwak atau menggosok gigi sebelum sahabat memulai membaca Al-Qur’an.

Ketiga, hendaknya sahabat membaca di tempat yang bersih dan suci.

Keempat, membaca dengan khusyu’, khidmat dan hormat.

Kelima, Berta’awwudz ketika sahabat hendak membaca Al-Qur’an, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“Apabila kamu membaca Al-Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)

Keenam, jangan lupa sahabat untuk senantiasa membaca “Bismillahirrahmanirrahim” pada setiap permulaan surat, kecuali surat At-Taubah (Bara’ah).

Ketujuh, bacalah Al-Qur’an dengan perlahan-lahan sahabat dan dengan suara yang indah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Muzzammil: 4)

Dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Perindahlah Al-Qur’an dengan suaramu.” (HR. Ibnu Hibban)
Kedelapan, melakukan tadabbur terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca sahabat, karena firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya.” (QS. Shad: 29)

Kesembilan, menghayati dan meresapi setiap ayat Al-Qur’an yang dibaca sahabat, baik yang berisi janji atau ancaman. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

“… dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) …” (QS. Al-Anfal: 2)

Kesepuluh, membaca Al-Qur’an dengan suara yang nyaring sahabat. Diutamakan demikian karena hal ini akan membangkitkan hati, memperbaharui semangat dan memusatkan pendengaran kepada apa yang dibaca. Akan tetapi bila takut dikatakan riya’ atau dapat mengganggu orang yang sedang shalat, maka lebih diutamakan dengan suara pelan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Allah tidak mendengarkan kepada sesuatu sebagaimana Dia mendengarkan kepada seorang Nabi yang indah suaranya yang membaca Al-Qur’an dan menyaringkan bacaannya.” (HR. Bukhari & Muslim).

Kesebelas, Apabila sahabat sampai kepada ayat-ayat yang berisi tasbih ikut bertasbih, jika berisi permohonan ikut memohon, atau jika berisi ta’awwudz kepada Allah, maka berta’awwudz kepada Allah.

Demikianlah sahabat yang budiman, ulasan kita menganai adab membaca Al-Qur’an pada rubrik Artikel ini. Semoga kita semua dimudahkan untuk membaca Al-Qur’an, dijadikan kecintaan kita kepada Al-Qur’an dan kita berdoa semoga Al-Qur’an menjadi syafaat bagi kita di yaum al-Qiyamah. Aamiin…

Dikutip dari buku saku “Adab dan Tata Krama dalam Islam” oleh Muhammad Ahmad ‘Abud dengan beberapa perubahan

Posting Komentar

Dear readers, after reading the Content please ask for advice and to provide constructive feedback Please Write Relevant Comment with Polite Language.Your comments inspired me to continue blogging. Your opinion much more valuable to me. Thank you.